menunggu nanti
Juni 10, 2009
4 komentar
satu-satu kenangan
lalu mulai dilupakan
serupa dengan
lembar kalender yang ditanggalkan
dengan paksa
semua tercerabut dari akarnya
meninggalkan sejuta asa
dan juga peristiwa
aku, engkau, kita
terurai tak tentu rimba



s/i/a/p/a/b/i/l/a/n/g