lebaran :
nyala lampion
anakanak bermain petak umpet dihalaman
takbir bersahutan
suara petasan
tak ada hujan
secuil bulan
ini malam lebaran
masih perlukah bermaafan?
nanti kembali lakukan kesalahan
biar kusematkan mawar itu dibibirmu :
biar kusematkan mawar itu dibibirmu
lalu kautiuplah sesukamu
biar menyebar wanginya
janganlah kau takut
sebab tak akan pernah habis wangi dari mawar itu
sebarkan, sebarkan
biar semua ikut merasakan
wangi
tahun baru :
tanggal
teronggok ditempat sampah
berganti
menempel didinding
bergambar langit hitam
rindu :
bapak tua menahan kantuk
kepulan asap mengusir nyamuk
udara berbau busuk
kota ini membuat rinduku amuk
sesekali :
akan kuajak kau keluar
biar tak selalu ada didalam ini kamar
berdua nikmati indah bunga
dan sejuk embun pagi
dan agar tak pucat kulitmu
terkena matahari,
sesekali




Mei 21, 2009 at 3:38 am
sajak kecil…
sajak tentang masa kecil…
tentang kerinduan, tangis, mimpi dan harapan. tentang hijaunya jalanan…
temaramnya cahaya mentari…
dahulu mentari tidak seterang ini, semua selalu teringat dalam suasana sejuk dan berembun.
masa lalu…
sajak kecil…
dan penyair kecil. ^_^
Mei 21, 2009 at 3:46 am
sajak kecil. tentang keinginan menjadi penyair besar…
Mei 21, 2009 at 7:04 am
sarung…….
tak kira jumpa disini…
makasih sudah mampir…
Mei 21, 2009 at 11:25 am
saya sudah cukup lama berkunjung ke sini…tetapi tak pernah sebelumnya meninggalkan pesan. membuat tuan rumah tak pernah menyadarinya.
hingga kini, akhirnya…
Mei 21, 2009 at 9:53 pm
oalah…begitu ceritanya…la kenapa menahan diri untuk tak meninggalkan jejak?
Juni 4, 2009 at 1:30 pm
Sajak kecil… biar kecil tapi ’sajak piye’ gitu loh… ungkapan personifikasinya cukup kuat. Yok digenjot terus, prend.
Juni 4, 2009 at 9:46 pm
haturnuhun ki dhalang, yg disela2 kesibukannya masi nyempetin buat kunjung