Beranda > manuskrip > 10 cerita pendek yang pendek

10 cerita pendek yang pendek

Soliter
“ternyata, hidup sendiri pun menyenangkan!”

Mengadu Tuhan
“aku ingin bertemu denganNya. aku akan mengadu, kenapa aku selalu bermasalah dengan makhluk ciptaanNya yang bernama lakilaki!”, katamu

Menjadi Pusat Perhatian
“kenapa kau selalu saja diam?”, tanyaku. “aku tidak ingin terlihat, tidak ingin menjadi pusat perhatian”, katamu. “bahkan, dengan kesunyianmu itu, kau tetap menjadi pusat perhatian”’, sahutku

Di Taman
sepasang laki perempuan di pojok taman. berbungkus beritaberita di koran. lalu berucap,”persetan kau, tuhan”

Perempuan Sunyi
ia kesepian, ia sendirian. satusatunya teman yang ia punya, hanyalah sunyi

Anak Negeri
anakanak telanjang, bermain layanglayang. lalu menggambar dengan arang. dan berdendang,”bagimu negeri jiwa raga kami”

Menelepon Tuhan
di dekat radio transistor itu ada sebuah pesawat telepon. kata bapak, nanti suatu saat telepon itu akan digunakan untuk menelepon Tuhan. aku pernah bertanya padanya, kenapa tidak menelepon sekarang saja, tapi apa jawabnya? bapak bilang, bapak belum tahu bahasa apa yang nanti akan dipakai untuk bicara dengan Tuhan!

Aku Gila, Katanya!
perempuan itu menangis. lalu aku melihat diriku menangis. perempuan itu adalah aku?

Aku Tahu Aku Akan Mati Hari Ini
aku tahu aku akan mati hari ini, tapi tidak secepat ini. aku masih ingin bercinta lagi, aku masih ingin orgasme lagi

Kabar Kematian
esoknya kuterima kabar, tubuhmu ditemukan sudah menjadi mayat dibathtub hotel tempatmu mengasingkan diri. menurut dokter, kau mati karena terlalu banyak mengkonsumsi pil tidur dan wiski

Categories: manuskrip Tag:, ,
  1. Januari 29, 2009 pukul 4:22 am | #1

    super super pendek, lebih pendek dari adam makrifat

  2. Januari 29, 2009 pukul 5:03 am | #2

    hehehe..namanya juga cerita pendek yang pendek..makasi pak..

  3. Januari 29, 2009 pukul 8:07 am | #3

    bener bener pendek tapi banyak bos hahaha

  4. Januari 29, 2009 pukul 8:28 am | #4

    hmm….soalnya bingung mau dikategorikan apa…puisi atau prosa gitu..

  5. loushevaon7
    Januari 29, 2009 pukul 9:49 am | #5

    kalo mau sebetulnya masing2 kalimat itu bisa jadi cerita pendek yg lbh panjang. trims sdh mampit ke blog saya, selamat terus menulis juga ya…

  6. Januari 29, 2009 pukul 10:19 am | #6

    makasi mas..teteup semangath nulis..

  7. Januari 29, 2009 pukul 11:36 am | #7

    Aku bayangi terus apa maumu, sayangku…. meski wajahmu terkafan kabut ‘praterito’ yang gulunggemulung… dan hanya satu pintaku…. jangan mati dulu, sayangku…. ihik ihik ihik…

  8. Januari 29, 2009 pukul 11:49 am | #8

    wah..dahsyat!,,tapi praterito ki opo pak?..gemulung itu nama satu desa dkt pecangaan jepara..banyak tebu disana..hehe..tumben gasik?hm,,rumahnya dah dilengkapi isinya belum?

  9. Januari 29, 2009 pukul 12:40 pm | #9

    He he he…. (wis gak nangis saiki).
    Jare bukuku: praterito adalah gaya bahasa untuk nyembunyi’in bagian tertentu dlm suatu tulisan agar pembaca menginterpretasikan sendiri apa maunya si penulis (iki mbok menowo loh!). Dan you punya gaya nulis kayaknya gitu (ini miturut mesin rekamku kok. Boleh khan, sayang?).

  10. Januari 29, 2009 pukul 2:07 pm | #10

    hahaha..opo mou?praterito,ya?tak catet’e disix…tapi,fotone sg dipajang msjpblog guantheng theng tenaaan

  11. Januari 29, 2009 pukul 4:19 pm | #11

    Klik klik klik klik (ini sense batuk, Duz! bukan ketawa loh!) woalah… tak kiro yang ngata’in gua ‘ngguather’ itu cuman enya’nya Wowot thok thil, e jebul ada lagi to! Wah sorry banget ya, say…. rumah kelirnya jek semrawut wut wut. Tolong kapan2 sambatan ndesain exteriornya mau kan Duz? He he he.

  12. Januari 29, 2009 pukul 5:06 pm | #12

    yo’a
    angger disiapke kupi wae ro sego kucing,ra sah udud,ga duyan

  13. Januari 30, 2009 pukul 4:48 am | #13

    pendek banget. tapi bermakna

  14. Januari 30, 2009 pukul 10:00 am | #14

    makasiii..utk kunjungan dan kritikannya

  15. Februari 1, 2009 pukul 10:24 pm | #15

    jangan terlalu pendek sehingga pesannya tak nyampe. mungkin ini hanya perasaan sang penulis ya

  16. Februari 1, 2009 pukul 11:37 pm | #16

    sip..maturnuwun utk saran n kritiknya..ditunggu kritik2 yg laen..

  17. Februari 2, 2009 pukul 6:16 am | #17

    Wedheh ketinggalan aku. Bagus-bagus. Eksplor terus siapa tau bisa sedahsyat karya-karya Ugo Untoro.

  18. Februari 2, 2009 pukul 11:30 am | #18

    wahwah,aku malah durung pernah baca tulisan2 ugo,yg aku baca paling ya afrizal ma dina…

  19. kangtarom
    Februari 3, 2009 pukul 4:02 pm | #19

    wah jan bagus mas, luar biasa…..oce. ku jadi kepincut. dasar cerdas

  20. Februari 3, 2009 pukul 4:24 pm | #20

    welkam kangmas walkot..suwun,pangestune wae

  21. Februari 4, 2009 pukul 3:47 pm | #21

    hmm..

    bener2 pendek.

    salam kenal :D

  22. Februari 4, 2009 pukul 5:37 pm | #22

    slm knl
    thnx sdh mmpir

  23. Februari 6, 2009 pukul 7:39 pm | #23

    kunjungan balik :)

  24. Februari 6, 2009 pukul 11:43 pm | #24

    makasi mbak herlina,ditunggu komen2nya

  25. Februari 13, 2009 pukul 5:07 am | #25

    Benar2 super pendek. Panjangin dikit donk… biar lebih rasanya lebih enak. :D

  26. Februari 13, 2009 pukul 7:26 am | #26

    nanti bakalan ada versi panjangnya..hehe..tunggu penayangannya,serentak diseluruh indonesia..

  1. Belum ada trackback.