Beranda > obsesiopini > sulang online, sebuah ‘mainan’ baru

sulang online, sebuah ‘mainan’ baru

fenomena blog menjelaskan aspek psikologis manusia, bahwa pada dasarnya setiap manusia ingin
didengar, ingin berbagi, ingin menunjukkan eksistensinya dan ingin bersosialisasi. seperti
telah diketahui bersama, bahwa secara garis besar ada dua jenis hubungan yang dilakukan oleh
manusia, yaitu hubungan dengan Tuhannya, serta hubungan dengan sesama manusia.

sulang online, sebuah mainan baru?
dilahirkan oleh seorang anak muda sulang yang cukup lama hijrah ke yogyakarta, dengan
membawa jargon ” mengenang tidak berarti membeku dimasa lalu, namun bertindak dan berjuang
untuknya”.
saya sempat bertanya kepada beliau, kenapa “harus” menggunakan jargon seperti itu? apakah
blog ini disengaja dibuat hanya untuk mengusik kenangan, tanpa perlu menatap ke depan? apa
jawabannya?
jawaban yang sungguh cerdas,”…bahwa langkah kecil yang sedang kita upayakan bersama (dengan meramaikan Sulang di Web) ini adalah upaya untuk merekonstruksi kembali apa saja kekayaan kita (baca: Sulang). Sebagai sedikit orang Sulang yang berkesempatan menjelajah banyak tempat, njenengan pasti makin bisa membedakan mana orang Sulang, mana yang bukan. Apa potensinya dan lain sebagainya. Tetapi bagaimana dengan yang tidak memiliki kesempatan sebagus Anda? Karena itu, Bung, saya sengaja berusaha merangsang teman-teman agar mau merintis penyusunan sejarah Sulang. Dalam rangka apa? Bukan semata-mata untuk nostalgia semata. Tetapi untuk makin mengenal siapa kita sebenarnya. Begitu pentingnya sejarah Sulang menjadikan ia layak untuk dipelajari. Namun di sisi lain, kebutuhan orang pada sejarah dicemarkan oleh pengaburan penulisan sejarah dan penulisan sejarah yang diboncengi oleh kepentingan tertentu dengan mengabaikan nilai-nilai objektivitas. Hal ini membuat orang menangkap informasi yang salah dan berakibat pada pemahaman yang keliru. Nah kalau kita sejak awal sudah keliru memahami Sulang, yang sialnya berasal dari informasi yang salah, maka itu sama dengan mundur 2 langkah ke belakang. Padahal dengan mampu memahami persoalan dengan baik, maka itu sudah separo langkah ke depan…

dari pengamatan yang dilakukan oleh bp jupriyanto, yang kemudian di posting juga di blog
sulang dengan judul “essay merdeka tentang komunitas sulang online”, blog ini mendapat
sambutan yang cukup baik dari blogger dan atau netter.

pengakses blog ini umumnya memiliki ikatan emosional yang cukup kuat dengan desa sulang,
yang merupakan background dari blog dimaksud. entah itu karena merupakan tempat kelahiran,
tempat dibesarkan, tempat keberadaan sanak dan famili, serta alasan-alasan yang lain yang
belum terungkap. ada sebagian dari mereka yang lama menetap di lain kota, bahkan mungkin
sudah tidak lagi terdaftar sebagai warga desa sulang, atau dengan kata lain sudah berganti
“kewargadesaan”, akan tetapi hal itu pun tidak mengurangi gairah mereka untuk ikut nimbrung
dalam blog ini. ternyata, relasi tidak dapat dihentikan oleh jarak dan waktu.

seolah mendapatkan “mainan” baru, pengakses menggunakan blog ini sebagai sebuah sarana untuk
menumpahkan uneg-unegnya tentang segala hal, tentang kondisi sosial-ekonomi-budaya desa
sulang, atau bahkan hanya sekedar ber”say hello” dengan teman-teman lama yang sudah tersebar
tak tentu dimana. dengan blog ini, seolah mereka menemukan kembali habitatnya, menemukan
kembali rumahnya.

…tanah airku tidak kulupakan,
‘kan terkenang sepanjang hidupku…
(tanah airku, ibu sud)

level berikutnya….
dalam pendahuluan “essay merdeka tentang komunitas sulang online”, bp jupriyanto berharap
agar blog ini dapat membawa manfaat yang optimal sebagai wadah curah ungkapan, idealisme,
pengalaman, uneg-uneg, transformasi iptek, yang akhirnya menjadi satu faktor untuk menunjang
kemajuan epoleksosbud masyarakat sulang dan sekitarnya.

sebuah harapan yang perlu perenungan mendalam untuk dapat mewujudkannya dalam kenyataan.
tebersit pertanyaan dalam hati,”apakah blog ini akan bertahan ‘hanya’ menjadi sebuah mainan
yang mengais sisa-sisa kenangan masa silam belaka? ataukah akan bisa menuntun ke arah yang
lebih baik lagi, sesuai keinginan ‘founders’ blog ini? entah”
akhirnya, kepada semua teman-teman sulang online, pertahankan spirit kalian.
>>20 0ktober 2008 07:22.00 pm

Categories: obsesiopini Tag:, ,
  1. Oktober 21, 2008 pukul 11:00 am | #1

    Respect, Bro!

    Tapi saya agak terkejut, mbok ini terasa kayak fenomena rekaman teleponnya Al Amin Nasution diperdengarkan di persidangan. Wong itu kan email-emailan mesra kita. Kok ya bocor? Jangan-jangan email kita sudah disadap oleh FBI ya?

    Salam hangat

    Silahkan mampir kalau ke Yogya, ya.

  2. Oktober 21, 2008 pukul 11:50 pm | #2

    sante aja….
    yang bagian ‘mesra’nya dah tak edit kok….

    hehehhe

  3. Ki Dhalang Sulang
    Oktober 30, 2008 pukul 5:09 pm | #3

    Sang Editor dan Dusone saiki konangan to ? jebul sudah sama-sama pidak jempol to? lahir batin saya bangga sama sastrawan-sastrawan muda kita. Sulang dilawan!

  4. Oktober 31, 2008 pukul 11:34 am | #4

    blaik tenan, konangan ki dhalang….

  5. Ki Dhalang Sulang
    November 13, 2008 pukul 4:34 pm | #5

    Iya…tapi sudah tak niyati nginthil terus… ngiras pantas belajar nelusur… biar tambah pengalaman tentang jagad maya … weh… tuwa-tuwa keladi yo wis ben…..

  6. November 14, 2008 pukul 3:28 am | #6

    hm,,,,,

  7. inu
    November 18, 2008 pukul 12:24 am | #7

    salut deh…

  8. November 18, 2008 pukul 7:13 am | #8

    selamat datang mbak, ika, eh, inu, ding…

    gimana kabarnya sekarang?

    makasih sudah mau mampir di halaman saya yang cukup ‘lusuh’ ini

  9. Pak Kidhal
    November 19, 2008 pukul 3:58 am | #9

    Dusone, Cah Pasar, Mas Kunto (sekarang di mana ya? Jogja?, Mbak Inu, Mbak Vivi, dan lain-lain. Yok kita gladi terus tuangan buah fikiran kita. Jayalah cah cah Sulang… jayalah Sulang Online. Di mana ya boss kita ? Mungkin masih disediyani gagang sapu ya, Dus? Wuakakakakak…..

  10. November 19, 2008 pukul 5:28 am | #10

    iya,ki..
    yang saya harapkan dari sulangonline adalah bahwa selain menggali dan mendokumentasikan kenangan, tetapi juga ikut membantu mencerdaskan anak bangsa, khususnya di sulang ini.

  11. November 20, 2008 pukul 10:35 am | #11

    Lha dhalah. Ki Dhalang ki kagungan ngelmu ngilang dan muncul di mana-mana dalam waktu yang sama. Aduh jenenge ngelmu apa ta kuwi

  12. November 20, 2008 pukul 12:01 pm | #12

    mbuh ki,,,
    aku dewe yo ra ngerti…

  1. Belum ada trackback.