Archive for Oktober 18th, 2008

rindu rumah

hujan jadi datang,
semalam
tanah basah,
mata merah
perempuan [me]rubah arah
pagi ini,
kuterima telegram
bau asin garam
[men]ceritakan malam
“ibu, aku ingin pulang”
>>180kt08

malam

demi malam apabila gelap,
dan siang apabila terang
(al lail,1-2)
malam, menurut kamus besar bahasa indonesia,
adalah waktu setelah matahari terbenam,
hingga matahari terbit
“aku suka pada mereka yang berani hidup,
aku suka pada mereka yang masuk menemu malam”
tidak bisa dipungkiri, (waktu) malam banyak membantu para ‘penyendiri’
untuk dapat menemu, mengumpulkan inspirasi, lalu menuangkannya
untuk menjadi sebuah karya
mungkin pada (waktu) malam tiba, keadaan menjadi [...]