Beranda > manuskrip, neurosis > inilah rumah kami

inilah rumah kami

inilah tempat tinggal kami. sebuah  rumah yang berupa bangunan yang  terdiri dari beberapa kardus bekas.  tak ada yang baru disini, semua bekas.  karena kami memang tidak bisa  mendapatkan yang baru. di sudut, ada  sofa yang tinggal rangka kayunya saja.  vas bunga yang retak tanpa bunga,  sebuah radio transistor yang ketika  dinyalakan akan mengeluarkan suara  serak seperti batuk berdahak bapakku  yang akut. tetapi bapak masih sering  menghisap rokok sampai sekarang. hanya  aku dan bapak disini. ya, hanya kami  saja. tidak ada ibu. kata bapak, ibu  meninggal tertabrak sebuah mobil  ketika sedang mengantarkan baju cucian  milik orang kaya di kampung sebelah.  ya, ibuku memang seorang buruh mencuci  dan menyetrika. karena hanya itu yang  ibu bisa kerjakan. tapi, ibu sangat  menyayangiku. dan aku juga sangat menyayanginya. ah, jadi ingat ibu. di  dekat radio transistor itu ada sebuah  pesawat telepon. kata bapak, nanti  suatu saat telepon itu akan digunakan  untuk menelepon tuhan. aku pernah  bertanya padanya, kenapa tidak  menelepon sekarang saja, tapi apa  jawab bapak? bapak bilang, bapak belum  tahu bahasa apa yang nanti akan  dipakai untuk bicara dengan tuhan!

[5:40.35 am.21.o2.o7.rbg]

 

Categories: manuskrip, neurosis Tag:, , ,
  1. Belum ada komentar.
  1. Belum ada trackback.