Arsip

Arsip untuk Oktober, 2008

wayang dan satria

Oktober 29, 2008 dusone 2 komentar

Di masyarakat, dunia pewayangan sudah lama menjadi bagian dari hidupnya, dengan kata lain menjadi tradisi, entah itu wayang kulit, wayang orang, wayang golek, dan jenis wayang yang lain. Wayang sudah ada sejak lebih dari dua abad yang lampau. Bahkan ada salah seorang wali diantara wali songo yang menggunakan media wayang dan gendhing untuk membantu penyebaran Islam di Jawa. Perdebatan yang sering terjadi adalah mengenai asal muasal wayang itu sendiri, apakah dari Tanah India atau asli merupakan kebudayaan Nusantara. (Mengenai asal muasal wayang, tidak akan saya bahas disini).

Mengapa kesenian wayang tumbuh dan berkembang di masyarakat? Karena ada banyak sari-sari tentang ajaran hidup yang bisa dipetik dari kisah-kisah yang dilakonkan, baik itu dari cerita Mahabbarata ataupun Ramayana. Kisah-kisah heroik dengan bumbu romantisme, banyak disukai oleh penikmat wayang. Mereka (penikmat wayang), masing-masing memiliki tokoh idola yang mereka sukai. Mungkin karena sifatnya, karena simpati pada kisah hidupnya, atau karena hal lain.

Dalam epos Mahabbarata, lakon terbagi menjadi dua kubu, yaitu antara Pandawa dan Kurawa, yang sebenarnya masih bertalian saudara. Seperti dua kutub magnet yang saling bertolak belakang, kedua ‘kelompok’ bersaudara tersebut juga memiliki sifat yang berbeda pula. Baik dan jahat. Pemenang dan pecundang. Demikian juga dalam epos Ramayana. Satu kelompok yang mendukung Rama, diposisikan sebagai si baik. Sedangkan kelompok lain yang berhadapan dengan Rama, diposisikan sebagai si jahat. Meski sebenarnya tidak bisa begitu saja dengan mudahnya untuk mem-posisi-kan ’seseorang’ itu baik atau jahat. Bahkan dalam ‘kelompok’ yang dianggap baik, bisa saja ada salah satu diantara mereka yang ternyata bersifat jahat, demikian pula sebaliknya.

KGPAA Mangkunagara IV dalam Serat Tripama memberikan model mengenai tokoh berwatak satria dengan cirinya masing-masing.

Pertama, Patih Suwanda alias Sumantri, adalah seorang keturunan luhur yang enerjik, cerdas, konsekuen, walaupun agak sedikit ‘membanggakan dirinya sendiri’, jujur, dan cepat tanggap.
Kedua, Kumbakarna, yang adalah saudara dari Rahwana, merupakan sosok raksasa yang berbudi luhur. Jika memiliki pendapat tentang sesuatu yang benar, dia akan membela prinsipnya itu mati-matian. Tetapi walaupun demikian, Kumbakarna memiliki juga sifat yang pasif dan apatis jika menghadapi dua pilihan yang sama beratnya, bahkan dia bisa saja mengambil sikap kompromi mengenai dua hal yang dihadapinya tersebut.
Ketiga, Basukarna alias Adipati Karna, yang memiliki kisah hidup yang sungguh unik dan kompleks. Terlahir dari seorang ibu yang juga merupakan ibu dari Pandawa, tetapi tidak pernah merasakan kasih sayang ibunya sendiri. Karna menjadi seorang dengan pribadi yang tegar dan tegas. Bisa dikatakan upaya pembelaannya kepada Kurawa ketika Baratayudha terjadi, bukan karena membela ’si jahat’ tetapi sebagai upayanya untuk membalas budi kepada ‘kelompok’ yang sudah memulihkan harga dirinya, dari seorang tukang kuda menjadi seorang satria.

Dari berbagai latar belakang dibalik sifat dan kisah hidupnya, mereka bertiga tidak pernah meng’agung-agung’kan darma bakti mereka kepada orang lain, mereka juga termasuk dalam golongan yang  ‘rame ing gawe, sepi ing pamrih’.

Masih adakah prinsip ‘rame ing gawe, sepi ing pamrih’ pada saat sekarang, dimana keadaan ekonomi membuat masing-masing manusia menjadi lebih ‘individualis’ daripada sebelumnya? Entah.

[dari berbagai sumber]
05:29 pm 290kt08
jepara

percakapan yang tak selesai

Oktober 28, 2008 dusone Tinggalkan komentar

Seorang lelaki diujung telepon, seorang perempuan diujung lainnya…

> aku menyayangimu
< bagaimana bisa? bertemu denganku saja engkau tidak pernah!
> aku mencintai Allah, menyayangi RasulNya, meski aku tidak pernah bertemu dengan mereka
< tetapi…
> kalau memang kita tidak berjodoh, bagaimanapun caraku untuk mencoba mendekatimu, memahamimu, mengertimu, aku tetap tidak akan pernah bisa mendapatkanmu, memilikimu. tetapi jika kita memang berjodoh, bagaimanapun caraku untuk melupakanmu, mengabaikanmu, menghidarimu, aku tetap akan kembali padamu

sambungan telepon terputus, dan percakapan terhenti begitu saja…

Categories: neurosis Tag:, , ,

menjadi pusat perhatian

Oktober 26, 2008 dusone Tinggalkan komentar

“Kenapa kau selalu saja diam?”, tanyaku.
“Aku tidak ingin terlihat, tidak ingin menjadi
Pusat perhatian”, jawabmu.
“Bahkan, dengan kesunyianmu itu, kau tetap
Menjadi pusat dari segalanya!”, sahutku.
[06:25.50 pm 28.12.06]

Categories: neurosis, oppie Tag:, ,

SOEMPAH PEMOEDA

Oktober 26, 2008 dusone Tinggalkan komentar

Pertama :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE,

TANAH AIR INDONESIA

Kedua :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA

INDONESIA

Ketiga :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA

INDONESIA

Djakarta, 28 Oktober 1928

sulang online, sebuah ‘mainan’ baru

Oktober 20, 2008 dusone 12 komentar

fenomena blog menjelaskan aspek psikologis manusia, bahwa pada dasarnya setiap manusia ingin
didengar, ingin berbagi, ingin menunjukkan eksistensinya dan ingin bersosialisasi. seperti
telah diketahui bersama, bahwa secara garis besar ada dua jenis hubungan yang dilakukan oleh
manusia, yaitu hubungan dengan Tuhannya, serta hubungan dengan sesama manusia.

sulang online, sebuah mainan baru?
dilahirkan oleh seorang anak muda sulang yang cukup lama hijrah ke yogyakarta, dengan
membawa jargon ” mengenang tidak berarti membeku dimasa lalu, namun bertindak dan berjuang
untuknya”.
saya sempat bertanya kepada beliau, kenapa “harus” menggunakan jargon seperti itu? apakah
blog ini disengaja dibuat hanya untuk mengusik kenangan, tanpa perlu menatap ke depan? apa
jawabannya?
jawaban yang sungguh cerdas,”…bahwa langkah kecil yang sedang kita upayakan bersama (dengan meramaikan Sulang di Web) ini adalah upaya untuk merekonstruksi kembali apa saja kekayaan kita (baca: Sulang). Sebagai sedikit orang Sulang yang berkesempatan menjelajah banyak tempat, njenengan pasti makin bisa membedakan mana orang Sulang, mana yang bukan. Apa potensinya dan lain sebagainya. Tetapi bagaimana dengan yang tidak memiliki kesempatan sebagus Anda? Karena itu, Bung, saya sengaja berusaha merangsang teman-teman agar mau merintis penyusunan sejarah Sulang. Dalam rangka apa? Bukan semata-mata untuk nostalgia semata. Tetapi untuk makin mengenal siapa kita sebenarnya. Begitu pentingnya sejarah Sulang menjadikan ia layak untuk dipelajari. Namun di sisi lain, kebutuhan orang pada sejarah dicemarkan oleh pengaburan penulisan sejarah dan penulisan sejarah yang diboncengi oleh kepentingan tertentu dengan mengabaikan nilai-nilai objektivitas. Hal ini membuat orang menangkap informasi yang salah dan berakibat pada pemahaman yang keliru. Nah kalau kita sejak awal sudah keliru memahami Sulang, yang sialnya berasal dari informasi yang salah, maka itu sama dengan mundur 2 langkah ke belakang. Padahal dengan mampu memahami persoalan dengan baik, maka itu sudah separo langkah ke depan…

dari pengamatan yang dilakukan oleh bp jupriyanto, yang kemudian di posting juga di blog
sulang dengan judul “essay merdeka tentang komunitas sulang online”, blog ini mendapat
sambutan yang cukup baik dari blogger dan atau netter.

pengakses blog ini umumnya memiliki ikatan emosional yang cukup kuat dengan desa sulang,
yang merupakan background dari blog dimaksud. entah itu karena merupakan tempat kelahiran,
tempat dibesarkan, tempat keberadaan sanak dan famili, serta alasan-alasan yang lain yang
belum terungkap. ada sebagian dari mereka yang lama menetap di lain kota, bahkan mungkin
sudah tidak lagi terdaftar sebagai warga desa sulang, atau dengan kata lain sudah berganti
“kewargadesaan”, akan tetapi hal itu pun tidak mengurangi gairah mereka untuk ikut nimbrung
dalam blog ini. ternyata, relasi tidak dapat dihentikan oleh jarak dan waktu.

seolah mendapatkan “mainan” baru, pengakses menggunakan blog ini sebagai sebuah sarana untuk
menumpahkan uneg-unegnya tentang segala hal, tentang kondisi sosial-ekonomi-budaya desa
sulang, atau bahkan hanya sekedar ber”say hello” dengan teman-teman lama yang sudah tersebar
tak tentu dimana. dengan blog ini, seolah mereka menemukan kembali habitatnya, menemukan
kembali rumahnya.

…tanah airku tidak kulupakan,
‘kan terkenang sepanjang hidupku…
(tanah airku, ibu sud)

level berikutnya….
dalam pendahuluan “essay merdeka tentang komunitas sulang online”, bp jupriyanto berharap
agar blog ini dapat membawa manfaat yang optimal sebagai wadah curah ungkapan, idealisme,
pengalaman, uneg-uneg, transformasi iptek, yang akhirnya menjadi satu faktor untuk menunjang
kemajuan epoleksosbud masyarakat sulang dan sekitarnya.

sebuah harapan yang perlu perenungan mendalam untuk dapat mewujudkannya dalam kenyataan.
tebersit pertanyaan dalam hati,”apakah blog ini akan bertahan ‘hanya’ menjadi sebuah mainan
yang mengais sisa-sisa kenangan masa silam belaka? ataukah akan bisa menuntun ke arah yang
lebih baik lagi, sesuai keinginan ‘founders’ blog ini? entah”
akhirnya, kepada semua teman-teman sulang online, pertahankan spirit kalian.
>>20 0ktober 2008 07:22.00 pm

Categories: obsesiopini Tag:, ,

rindu rumah

Oktober 18, 2008 dusone Tinggalkan komentar

hujan jadi datang,
semalam
tanah basah,
mata merah
perempuan [me]rubah arah
pagi ini,
kuterima telegram
bau asin garam
[men]ceritakan malam
“ibu, aku ingin pulang”

>>180kt08

Categories: obsesiopini Tag:, , , ,

malam

Oktober 18, 2008 dusone Tinggalkan komentar

demi malam apabila gelap,
dan siang apabila terang
(al lail,1-2)

malam, menurut kamus besar bahasa indonesia,
adalah waktu setelah matahari terbenam,
hingga matahari terbit

“aku suka pada mereka yang berani hidup,
aku suka pada mereka yang masuk menemu malam”

tidak bisa dipungkiri, (waktu) malam banyak membantu para ‘penyendiri’
untuk dapat menemu, mengumpulkan inspirasi, lalu menuangkannya
untuk menjadi sebuah karya
mungkin pada (waktu) malam tiba, keadaan menjadi lebih tenang,
sunyi, santai, jika dibandingkan dengan keadaan pada waktu siang
mungkin pula, hal itu dikarenakan kebanyakan hiruk pikuk keramaian dunia
dimulai ketika malam berakhir, dan berakhir ketika malam tiba,
meski ada juga  bagian lain dari dunia yang justru ‘bergerak’
ketika malam mulai datang. bagi dylan thomas “malam adalah segala yang bergerak”

(waktu) malam, terutama sepertiga bagian akhirnya, adalah saat-saat yang paling
utama untuk kita mendekatkan diri kepada sang penguasa alam semesta

mulai kelam
belum buntu malam
kami masih saja berjaga
—–thermopylae?—-
—–jagal tidak dikenal?—
tapi nanti,
sebelum siang membentang
kami sudah tenggelam
hilang……
(malam, chairil anwar)

>>180kt08

Categories: obsesiopini Tag:,

pulang

Oktober 17, 2008 dusone 10 komentar

aku ingin pulang
aku ingin pulang
berikan doamu agar aku pulang
aku ingin pulang
aku ingin pulang
berikan sayapmu agar aku pulang
(pulang, nidji, 2008)

menurut kamus besar bahasa indonesia dalam jaringan, http://pusatbahasa.diknas.go.id :
pulang  berarti  pergi ke rumah atau ke tempat asalnya; kembali (ke); balik (ke);
kembali  berarti  balik ke tempat atau ke keadaan semula;

dalam bahasa indonesia, pulang menjadi lawan kata pergi
pergi bisa kemana-mana atau malah tanpa tujuan,
tetapi pulang selalu punya satu titik yang dituju

kenapa orang-orang rela untuk berdesak-desakan dalam moda angkutan umum?
kenapa mereka mau mempertaruhkan keselamatan dirinya dalam sebuah
kendaraan yang bahkan sudah melebihi kapasitas angkutnya?
semua demi satu alasan, pulang, ya, pulang
pulang ke rumah, pulang ke tempat asal, pulang ke sejarah, pulang ke tradisi,
pulang ke kenangan (entah itu kelam ataupun menyenangkan)

berapapun jauh jarak yang ditempuh, berapapun besar biaya yang dikeluarkan
orang-orang, pada momen tertentu, akan menyempatkan/ memaksakan diri untuk pulang
maka, tak heran ketika pada suatu ketika, (lebaran, misalnya),
dijalan ramai sekali dengan hilirmudik lalu lintas orang-orang yang
menempuh perjalanan pulang ke tempat asalnya

dengan pulang ke tempat asal, seseorang bisa merasa di rumah,
yang merupakan titik tolak untuk pergi, merasa tenteram dan rileks,
karena berada dititik awal itu
kendati pepatah mengatakan,
hujan batu dinegeri sendiri dan hujan emas di negeri orang,
masih lebih enak dinegeri sendiri, karena, menurut budi dharma,
”rumah adalah tempat yang kita rindukan,
dan kesana kita akan pulang”

tiada pengembara yang tak merindukan
sebuah rumah, bahkan jika rumahnya
hanya ada dibalik iklan yang ia baca diperjalanan
(tiada, joko pinurbo, 2003)

(diolah dari berbagai sumber)
>>170kt08>14:15.19Wib>>

Categories: obsesiopini Tag:, ,

ketaman asmara

Oktober 12, 2008 dusone 5 komentar

saben wayah lingsir wengi
mripat iki ora bisa turu
tansah kelingan sliramu
wong ayu kang dadi pepujanku

bingung rasane atiku
arep sambat nanging karo sapa
nyatane ora kuwawa
ngrasakke atiku sansaya nelangsa

wis tak lali-lali
malah sansaya kelingan
nganti tekan mbesuk kapan
nggonku mendhem ora bisa turu

apa iki sing jengenge
wong kang lagi ketaman asmara
prasasat ra bisa lali
esuk awan bengi tansah mbeda ati

dimana engkau tidur semalam?

Oktober 12, 2008 dusone Tinggalkan komentar

kau berada dalam pelukanku, ketika
cobain bertanya padamu :
“dimana engkau tidur semalam, kasihku?”
kaupun menampilkan senyum wajahmu
hanya itu yang kau beri padaku
dan itu sudah terasa lebih buatku
aku mencintaimu tanpa tahu
apa sebenarnya yang kuharapkan darimu

12:28 am 12.09.08

Categories: neurosis, oppie Tag:, , ,